Jumat, 13 Mei 2011

FISIKA PENYELAMAN

FISIKA PENYELAMAN


            Pengetahuan-pengetahuan terapan hukum-hukum fisika yang berhubungan dengan penyelaman adalah persyaratan penting bagi teknik penyelaman secara langsung diakibatkan oleh pengaruh-pengaruh fisiologi dari hokum tersebut terhadap manusia.Suatu ikhtisar dari hokum-hukum fisika yang penting yang berkenaan dengan kegunaan pengobatan secara klinis perlu diketahui untuk menjamin pengertian selanjutnya.

1. SATUAN TEKANAN
Tekanan udara dipermukaan laut pada suhu 0oC pada dasarnya adalah tekanan yang disebabkan oleh atmosfir diatasnya.Tekanan ini konstan,yaitu sekitar 760 mmHg (14,7psi) dan dijadikan dasar hukum satu atmosfir.


PERSAMAAN TEKANAN

1 atmosfir  = 10,07 (10) meter dilaut*
= 33,05 (33) kaki air laut*
= 33,93 (340 kaki air tawar*
=   1,033 kg/cm2
= 14,696 (14,7)lbs/in2 (psi)*
=   1,013 bars
=101 kilopascals
=760 mmHg
=760 torr
*satuan yang umum digunakan
            Tekanan menurun pada ketinggian karena atmosfir diatasnya berkurang,sehingga berat udarapun berkurang.Demikian pula tekanan akan meningkat bila seseorang menyelmam dibawah permukaan air.
            Hal ini disebabkan karena berat dari atmosfir dan berat dari air diatas si penyelam.
Ukuran-ukuran tekanan dari pelbagai kedalaman mengungkapkan bahwa tekanan 760 mmHg 9yaitu sama dengan standart atmospheric pressure) akan terasa pengaruhnya kira-kira pada kedalamn 10 meter dari air laut (33 kaki).
            Berdasarkan Hukum Pascal,yang menyatakan bahwa tekanan yang terdapat dipermukaan cairan akan menyebar keseluruh arah secara merata dan tidak berkurang ,pada setiap tempat dibawah permukaan laut tekanan akan meningkat sebesar 760 mmHg (1 atmosfir) untuk setiap kedalaman 10 meter.
            Tekanan yang terdapat pada suatu titik menunjukan 1 atmosfir (tekanan dipermukaan)+tekanan yang disebabkan oleh kedalaman air laut.

Satuan-satuan dari jumlah tekanan adalah Atmosfer Absolut (ATA) yaitu : Kedalaman permukaan.


Kedalaman permukaan
Tekanan Absolut
Gauge Pressure
10 meter
1 ATA
0 ATG
20 meter
2 ATA
1 ATG
30 meter
3 ATA
2 ATG
40 meter
4 ATA
3 ATG
50 meter
5 ATA
4 ATG
Dst….
Dst….
Dst…..

Ukuran tekanan (gauge pressure) menunjukan yang terlihat pada alat pengukur dimana terbaca 0 pada tingkat permukaan karena tekanan ini selalu 1 atmosfir lebih rendah dari pada tekanan absolute.

2  . HUKUM-HUKUM GAS
Udara di atmosfitr yang kita hirup mengandung komponen-komponen sebagai berikut :

i  78% Nitrogen (N2)
i  21% Oksigen (02)
i  0,93% Argon (Ar)
i  0,04% Carbon Dioksida (CO2)
i  Sisanya gas-gas mulia (Ne,He,dsb)

Gas yang umumnya digunakan untuk tujuan penyelaman adalah :
m   udara (bebas kotoran )
m   campuran oksigen (02)
m   campuran oksigen dengan Helium (He), kadang-kadang ditambah 02

Hukum-hukum gas yang berlaku terhadap gas-gas didalam rongga-rongga tubuh seperti paru-paru,saluran yang menghubungkan hidung dengan sinus dll,serta gas-gas didalam

Fisika penyelaman dikenal dengan nama  BCDH (Boyle, Charles, Dalton, n Hanry)

ñ  HUKUM BOYLE (Perubahan Tekanan dan Volume)

Hukum ini menegaskan hubungan antara tekanan dan volume.Volume dari suatu kumpulan gas  akan berbanding terbalik dengan absolute,yaitu  :

V = 1/P
P/V = K atau
P1.V1 = P2.V2
Keterangan :
P = Tekanan absolute
V = Volume
K = Kostanta

            Ini berarti bahwa bilamana tekanan meningkat ,volume dari suatu kumpulan gas akan berkurang dan sebaliknya.Selama tekanan sebanding dengan kedalaman,maka volume juga tergantung pada kedalaman.Bila tekanan menjadi 2 kali lebih besar, maka volume akan menjadi setengah dari volume semula.Hubungan ini berlaku terhadap semua gas didalam ruangan tubuh sewaktu menyelam,menyelam masuk kedalam air maupun sewaktu naik ke permukaan.

2.1.1 HUKUM BOYLE PADA PENYELAMAN TAHAN NAFAS.

            Seorang penyelam yang menghirup nafas penuh dipermukaan akan merasakan paru-parunya semakin lama tertekan oleh air disekelilingnya sewaktu ia turun.
            Contoh : Jika seorang penyelam SCUBA menghirup nafas penuh (6 liter) pada kedalaman 10 meter (2ATA), menahan nafasnya lalu naik ke permukaan (1 ATA), maka udara didalam dadanya akan melipat gandakan menjadi 12 liter.Ia harus menghembuskan 6 liter udara selagi naik untuk menghindarkan agar paru-parunya jangan meledak.

            P1.V1 = P2.V2
            P1 = 2 ATA
            P2 = 1 ATA
            V1 = 6 LITER
            V2 =…….?
            V2 = P1.V1
                   V2
      V2 = 6 x 2
                  1
      V2 = 12 Liter
           
            Jadi 6 liter yang tadi dihirup pad akedalaman 10 meter,sekarang menjadi 12 liter.
            Semua rongga yang ada dalam tubuh akan terpengaruh hubungan volume dan tekanan ini.Mengenai telinga bagian tengah, tekanan air yang berperan didalam tubuh,akan dihantarkan oleh cairan-cairan tubuh kerongga udara didalam telinga tengah. Selama tekanan meningkat, maka volume akan berkurang,karena telinga bagian tengah didalam rongga tulang kaku,rongga yang sebelumnya terisi udara akan diisi lagi oleh jaringan-jaringan yang membengkak,berdarah dan menonjol kedalam gendang telinga. Rangkaian-rangkaian kejadian yang menjurus pada perusakan jaringan dapat dicegah dengan menyeimbangkan tekanan (equalizing). Udara ditiupkan kedalam saluran Eustachius dari tenggorokan untuk menjaga agar volume gas yang ada ditelinga bagian tengah tetap konstan, sehingga tekananya menyamai tekanan air. Proses serupa dapat terjadi dengan sendirinya (self equalizing) dalam keadaan normal,karena rongga sinus mempunyai hubungan terbuka dengan rongga hidung.
            Perubahan terbesar volume gas yang mengikuti perubahan-perubahan air terjadi dekat permukaan.
Sebagai contoh :
            Satu liter gas dipermukaan akan menyusut sampai ½ liter pada kedalaman 10 meter (dari 1 ATA ke 2 ATA),sedangkan perubahan volume antara 30 meter sampai 40 meter (dari 4 ATA ke 5 ATA) hanya berubah sebesar 20% yaitu dari ¼ liter 1/5. Ini menerangkan kenapa tidak mungkin menghindari resiko-resiko pada penyelaman dangkal.


            HUKUM CHARLES
Perubahan suhu dan volume.
Ini menyangkut hubungan antara suhu,volume, dan tekanan. Dinyatakan bahwa tekanan tetap konstan,volume dari sejumlah gas tertentu adalah berbanding lurus terhadap suhu absolute.

            V! x T2 = V2 x T1

            Hukum ini berhubungan dengan kompresi dan dekompresi dari gas-gas dan pengaruhnya terhadap tabung,regulator,chamber dan lain-lain. Bila volume konstan dan suhu meningkat, maka tekanan meningkat pula.

            P1 x T2 = P2 x T1

            Ini dapat diterngkan apabila tabung yang berisi udara tekan terjemur dimatahari maka suhunya meningkat.Jadi sangat berbahaya menjemur sebuah tabung yang berisi udara tekan.


 HUKUM DALTON
            Tekanan parsial dari campuran gas.
            Hukum ini berhubungan dengan udara (suatu campuran nitrogen dan oksigen) dan dengan pernafasan gas campuran. Dinyatakan bahwa jumlah tekanan dari suatu campuran gas adalah jumlah jumlah dari tekanan parsial dari tiap gas yang membentuk campuran gas tersebut,jika gas tersebut secara sendiri menempati seluruh ruang (volume). Selama tekanan secara menyeluruh menungkat,maka tekanan parsial dari tiap-tiap gaspun akan meningkat.
            Karena udara adalah suatu campuran yang terdiri dari 80% N2 dan 20% O2,maka udara permukaan terdiri dari :
            N2 = 80% dari 1 ATA (760 mmHg)
                 = 0,8 ATA (608 mmHg)
            O2 = 20% dari 1 ATA (760 mmHg)
                 = 0,2 ATA (152 mmHg)
            Tekanan parsial dari suatu gas didalam campuran diperoleh dengan mengalikan presentasi gas dengan tekanan total. Dengan kedalaman,peningkatan tekanan parsial yang terjadi adalah sebagai berikut :

            Permukaan ( 1ATA) = 0,8 ATA O2 + 0,2 ATA O2 (pp O2 = 20% x 1 ATA)
            10 meter (2 ATA) = 1,6 ATA N2 + 0,4 ATA O2 (pp 0,2 = 20% 2x ATA)
            20 meter (3 ATA) = 2,4 ATA N2 + 0,6  ATA O2 (pp 0,2 = 20% x 3 ATA)
            30 meter (4 ATA) = 3,2 ATA N2 + 0,3 ATA O2 (pp 0,2 = 20% x 4 ATA)
            40 meter (5 ATA) = 4,0 ATA N2 + 1 ATA O2 (pp 0,2 = 20% x 5 ATA)     
           
            Dari daftar tersebut diatas dapat terlihat bahwa pada kedalaman 40 meter (tekanan 5 ATA), penyelam yang bernafas dengan udara biasa akan menghirup oksigen dengan parsial yang sama (s ATA). Seperti bila ia sedang menghirup 100% O2 dipermukaan air.
            Hukum ini penting untuk mengetahui “efek toksik gas pernafasan pada kedalaman penyakit dekompresi” dan penggunaan “oksigen maupun campuran gas untuk tujuan pengobatan”.

2.3 HUKUM HENRY
            Larutan gas dan cairan ini berhubungan dengan penyerapan gas didalam cairan. Dinyatakan bahwa pada suhu tertentu jumlah gas yang terlarut didalam suatu cairan berbanding lurus dengan tekanan parsial gas tersebut diatas cairan.
            Dipermukaan laut (1 ATA) dalam tubuh manusia terdapat kira-kira 1 liter larutan nitrogen. Bila seorang penyelam turun sampai kedalam 10 meter (2 ATA),tekanan parsial dari nitrogen yang dihirup menjadi 2x lipat dan akhirnya nitrogen yang terlarutdalam jaringan juga akan 2x lipat (2 liter). Waktu terjadi keseimbangan tergantung pada daya larut gas didalam jaringan dan pada kecepatan suplay gas kejaringan oleh darah.
            Pengaruh fisiologis dari hukum ini terhadap seorang penyelam berlaku untuk penyakit dekompresi, keracunan gas, dan pembiusan gas lemban (inert gas Narkosis).
            Bilamana tekanan yang terdapat dalam larutan terlalu cepat berkurang, gas keluar dari larutan dalam bentuk gelembung-gelembung gas.Pada penyelampelepasan gelembung-gelembung ini dapat menyumbat pembuluh darah atau merusak jaringan-jaringan,menyebabkan berbagai pengaruh dari penyakit dekompresi atau bends. Penyelam dapat melihat pengaruh yang sama pada karbon dioksida didalam larutan (bila ia membuka botol bir dengan tiba-tiba,maka akan terlihat gelembung-gelembung gas yang naik ke permukaan botol).

3. DAYA APUNG (BOUYANCY)
      Hukum Archimedes manyatakan bahwa :
            Setiap benda yang dibenamkan sebagian atau keseluruhan kedalam cairan,maka ia akan mendapat gaya tekanan ke atas sebesar berat cairan yang dipindahkan.
            Jadi semakin padat cairan itu,maka semakin besar daya apungnya.Dengan demikian ,penyelam-penyelam dan kapal-kapal mengapung lebih tunggi dilaut daripada di air tawar.
            Dengan paru-paru mengembang sepenuhnya, biasanya orang akan mengambang diatas permukaan air laut yaitu ia mempunyai daya apung positif.
            Daya apung positif yaitu bila seseorang cenderung untuk mengambang,sedangkan daya apung negative yaitu apabila seseorang yang cenderung tenggelam dan daya apung netral maka seseorang cenderung melayang.
            Tingkat daya apung seorang penyelam dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain :
• Beratnya alat-alat yang dipakai oleh seorang penyelam dapat mengakibatkan ia      tenggelam. Tabung yang berisi udara tekan akan lebih terapung bila dipindahkan,hingga menjadikannya lebih ringan.
• Pakaian selam (wet suit) yang berisikan sel-sel karet busa berisikan udara.Bila kedalaman bertambah, maka volume udara dalam sel-sel tersebut akan berkurang, dengan demikian akan mengurangi daya apungnya.
            Rompi-rompi yang dapat mengambang (buoyancy compensator)dapat diisi udara untuk menembah daya apung positif. Bila sipenyelam menghirup nafas,volume diudara akan meningkat yangcenderung membuatnya mangapung.Jika ia menghembuskan nafas ia akan cenderung tenggelam,penyelam-penyelam sering menghembuskan nafasnya selagi mereka meninggalkan permukaan untuk memanfaatkan pengaruh tersebut dan membantunya untuk turun.


4. SUHU
            Suhu air disekeliling menentukan kenyaman penyelaman dan lamanya penyelaman secara maksimal.Hampir semua perairan lebih dingin daripada suhu badan yang normal (37oC atau 98oF) dank arena itu seorang penyelam akan kehilangan panas terhadap air karena konduksi.
            Lapisan-lapisan isolasi lemak atau baju selam cenderung mengurangi pengaruh-pengaruh ini. Pada penyelaman saturasi, pemeliharaan suhu badan seorang penyelam menjadi kebutuhan utama.Suhu air berkurang secara nyata bersamaan dengan bertambahnya kedalaman dan perubahan suhu terbesar terjadi setelah kedalamn 10 meter pertama yang disebabkan oleh hilangnya sebagian besar panas matahari pada kedalaman yang lebih dalam.Air dingin dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan seperti vertigo dan sakit kepala dalam keadaan-keadaan tertentu.

5. PENGLIHATAN DAN CAHAYA
            Penglihatan tanpa bantuan alat,dibwah air akan buruk yang diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan dalam penbiasan sinar dibawah air. Masalah ini sebagian dapat diatasi dengan memakai topeng muka (face mask),dimana terdapat suatu lapisan udara antara mata dan air.Namun akibat dari pemakaian ini adalah menyebabkan suatu kesan yang palsu akan jarak.
            Pada kedalaman,sinar matahatri yang terdiri dari mejikuhibiniu akan lebih terlihat berwarna biru tua.Benda-bande akan terlihat mempunyai warna,oleh karena menyerap warna daripada warna-warna lainnya.

6. SUARA  
Suara dibawah air sangat dipengaruhi penghantarannya melalui media cairan.Kecepatan media dibawah air kira-kira 4x lebih cepat dibandingkan diudara.Suara diudara akan cepat kehilangan energinya bila dipancarkan kedalam air.Dengan demikian didalam air sukar untuk mendengar suara yang dibuat diudara dekat permukaan air.
Pendengaran seseorang didalam air akan berkurang akibat pengaruh air terhadap gendang telinga dan beberapa frekuensi suara lebih terpengaruh daripada lahinnya.
Pemakaian tutup kepala akan mengurangi ambang pendengaran.Sangatlah sukar bagi penyelam untuk melokalisir arah suara didalam air.
Teling manusia telah diciptakan untuk melokalisir arah suara diudara.Mekanisme ini akan terganggu oleh karena suara berjalan 4 kali lebih cepat didalam air.Lokalisasi suara lebih dipersulit lagi oleh karena dibawah air suara akan dihantarkan ke organ pendengaran lebih baik melalui tulang kepala daripada gendang telinga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar